Polisi Pemalang Terlibat Penipuan Rp 900 Juta, Janjikan Anak Korban Jadi Polisi!

Polisi Pemalang Tersangka Penipuan Rp 900 Juta, Janjikan Anak Korban Jadi Bintara Polri

Anggota Polisi Pemalang Jadi Tersangka Penipuan Rp 900 Juta, Janjikan Anak Korban Jadi Bintara Polri

Seorang anggota Polres Pemalang, berinisial WT, ditetapkan sebagai tersangka setelah menipu pasangan suami istri di Desa Pelutan. Modusnya adalah meyakinkan mereka bahwa anak-anak mereka akan diterima menjadi anggota Polri. Akibatnya, korban kehilangan uang hingga Rp 900 juta yang berasal dari penjualan sawah warisan keluarga.

1. Penangkapan Setelah Pemeriksaan

Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo mengonfirmasi bahwa WT telah diperiksa secara intensif dan kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Setelah menerima laporan dari korban, kami langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan WT sebagai tersangka,” ujar Eko.

2. Proses Hukum Pidana dan Etik

Eko menegaskan WT akan menghadapi proses hukum pidana dan kode etik Polri.

“Kami akan menindak tegas, baik secara pidana maupun etik terhadap WT. Kasus ini memalukan dan mencoreng reputasi Polri,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, Polri berkomitmen untuk memberantas praktik percaloan dan penipuan dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

3. Berkas Dilimpahkan ke Kejaksaan

Suratmo, salah satu korban, melaporkan penipuan ini pada 4 September 2023. Saat ini, berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pemalang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Polres Pemalang masih menunggu jawaban dari Kejaksaan terkait kelengkapan berkas perkara,” jelas Eko.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto menambahkan, kasus ini sedang dalam penanganan Polres Pemalang dan berkasnya telah memasuki tahap pertama untuk diperiksa oleh jaksa.

Latar Belakang Penipuan

Pasangan Suratmo (56) dan Sutijah (59) menjual sawah warisan seluas 2.600 meter persegi untuk mendanai anak-anak mereka yang ingin mengikuti seleksi Bintara Polri tahun 2020. Dari penjualan sawah senilai Rp 1 miliar, Rp 900 juta diserahkan secara bertahap kepada WT dengan harapan anak mereka bisa lulus seleksi.

Namun, janji WT tidak pernah terealisasi. Anak-anak Suratmo gagal lolos seleksi, dan uang yang diberikan pun tidak dikembalikan sesuai perjanjian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *