Kanada Siap Akui Palestina sebagai Negara, Israel Bereaksi Keras

GELANGGANGNEWS.COM – Pemerintah Kanada mengumumkan rencananya untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar pada 9–23 September 2025 di New York, Amerika Serikat.

Langkah ini mengikuti jejak beberapa negara Eropa seperti Prancis dan Inggris, dan diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Mark Carney pada Rabu (30/7).

Carney menyatakan bahwa pendekatan lama berbasis negosiasi antara Israel dan Palestina sudah tidak relevan, terutama di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza serta terus berkembangnya permukiman ilegal Israel di wilayah Tepi Barat.

“Kanada tetap mendukung solusi dua negara — Palestina yang merdeka dan berdaulat, berdampingan dengan Israel dalam kedamaian dan keamanan,” ujar Carney dalam pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kanada.


Reformasi Palestina Jadi Syarat Dukungan Kanada

Rencana pengakuan ini disebut didasarkan pada komitmen Otoritas Palestina untuk melakukan reformasi besar-besaran, termasuk pelaksanaan pemilihan umum pada 2026 di mana kelompok militan Hamas tidak akan ikut serta. Kanada juga menekankan pentingnya demiliterisasi sebagai syarat menuju pengakuan kenegaraan.

Ikuti perkembangan isu Palestina-Israel lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.


Empat Alasan Kanada Tinggalkan Pendekatan Lama

Dalam keterangannya, Carney merinci empat alasan utama yang mendasari pergeseran kebijakan luar negeri Kanada terhadap isu Palestina:

  1. Ancaman terorisme oleh Hamas, termasuk serangan brutal 7 Oktober 2023, serta penolakan keras terhadap keberadaan negara Israel.

  2. Ekspansi besar-besaran permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, disertai meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina.

  3. Langkah aneksasi yang semakin nyata, termasuk pemungutan suara di parlemen Israel (Knesset) yang mendukung pencaplokan wilayah Tepi Barat.

  4. Krisis kemanusiaan akut di Gaza, yang diperburuk oleh kurangnya akses terhadap makanan dan bantuan penting lainnya akibat kebijakan Israel.


Respon Dunia: Pro-Kontra Mengemuka

Langkah Kanada menuai beragam tanggapan. Partai Konservatif dalam negeri mengecam keputusan itu sebagai “hadiah politik bagi Hamas” dan menilai pengakuan ini justru merusak prospek solusi dua negara yang adil dan bertanggung jawab.

Sebaliknya, dukungan datang dari anggota parlemen Partai NDP dan sebagian fraksi Liberal, yang menyebut kebijakan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina.

Sementara itu, dari pihak luar negeri, Israel mengecam keras keputusan Kanada. Kementerian Luar Negeri Israel menilai tindakan tersebut bisa menggagalkan gencatan senjata di Gaza dan membahayakan proses pembebasan sandera.

Baca juga: Penyebab Kelaparan di Gaza Palestina dan Laporan Terbaru PBB — hanya di Gelanggang News.


Apakah Ini Awal Perubahan Besar?

Kebijakan ini bisa menjadi penentu arah baru diplomasi global terhadap konflik berkepanjangan Israel-Palestina. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah komitmen reformasi Otoritas Palestina cukup kuat untuk membangun negara yang damai, stabil, dan demokratis?

Kritik tajam dari kelompok pro-Israel menyebut bahwa pengakuan tanpa perubahan nyata di lapangan hanya akan memperdalam jurang konflik dan menghambat perdamaian jangka panjang.


 

Untuk informasi terbaru seputar Timur Tengah, diplomasi internasional, dan geostrategi global, kunjungi portal terpercaya www.gelanggangnews.com 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *