Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ledakan di Tel Aviv Dinilai Sarat Rekayasa, Diduga Jadi Alasan Serangan Israel ke Tepi Barat

ByAdmin Gelanggang

Jul 28, 2025

Pada malam 20 Februari 2025, lima bus kosong dilaporkan meledak di dekat Bat Yam, selatan Tel Aviv. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ledakan ini langsung menjadi sorotan. Media regional Khaberni mengulas sejumlah kejanggalan yang memunculkan dugaan bahwa insiden tersebut bukan serangan eksternal, melainkan bagian dari skenario internal yang didesain untuk membenarkan aksi militer Israel di Tepi Barat.

Menurut laporan tersebut, bom dengan berat sekitar 5 kg disebut-sebut sebagai penyebab ledakan, namun narasi yang dibangun pihak keamanan Israel justru menuai keraguan. Salah satunya, bagaimana bahan peledak bisa masuk ke dalam area parkir bus yang seharusnya dijaga ketat, dan mengapa tidak ada korban sama sekali jika ini benar-benar sebuah serangan teroris.

Tak lama setelah insiden, Israel mengumumkan penangkapan tiga tersangka, dua di antaranya warga Yahudi Israel. Meski demikian, tudingan tetap diarahkan ke Hamas dan Iran, yang disebut mendanai operasi tersebut—sebuah narasi yang dinilai kontradiktif oleh banyak pengamat.

Baca berita lebih lengkap dan mendalam di:
👉 www.gelanggangnews.com

Media Khaberni menyebut kejadian ini sebagai awal dari skenario yang lebih besar: mempercepat proses “Gazafikasi” terhadap Tepi Barat. Sebuah istilah yang merujuk pada upaya Israel menjadikan Tepi Barat seperti Jalur Gaza—penuh pengungsian, kehancuran, dan blokade permanen. Operasi militer Israel bertajuk Tembok Besi yang telah berlangsung sejak awal tahun 2025 di wilayah Jenin dan Tulkarm semakin menegaskan arah kebijakan ini.

Pernyataan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, bahwa pemerintah akan menghancurkan lebih banyak rumah Palestina daripada yang bisa mereka bangun, dianggap menjadi bukti bahwa skenario penghancuran telah dirancang jauh-jauh hari. Tidak sedikit pula yang menyebut pernyataan Smotrich itu sebagai bentuk terang-terangan dari proyek pemusnahan terstruktur.

Sementara itu, Hamas menolak tuduhan keterlibatan mereka dalam insiden ledakan bus, menyebutnya sebagai “pertunjukan politik” Netanyahu yang gagal secara militer maupun diplomatik. Reaksi cepat Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel yang langsung berfoto bersama pasukan di wilayah Palestina hanya memperkuat kesan bahwa peristiwa ini memang dijadikan alat pembenar serangan balasan.

 

Untuk terus mengikuti perkembangan konflik Israel–Palestina dari perspektif regional dan internasional yang berimbang, kunjungi portal berita independen kami di www.gelanggangnews.com.