Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Rusia Gempur Ukraina dengan Serangan Udara Terbesar

ByAdmin Gelanggang

Sep 8, 2025

Kyiv – Situasi di Eropa Timur kembali memanas setelah Rusia gempur Ukraina dengan serangan udara terbesar sejak invasi dimulai pada 2022. Militer Ukraina melaporkan bahwa pada Minggu (7/9/2025) malam hingga Senin dini hari, ratusan rudal dan drone kamikaze diluncurkan Rusia ke berbagai kota besar, termasuk Kyiv, Kharkiv, dan Odesa.

Menurut keterangan resmi Angkatan Udara Ukraina, sedikitnya 180 rudal dan lebih dari 100 drone Shahed dikerahkan dalam operasi udara masif ini. Serangan tersebut menargetkan infrastruktur energi, pangkalan militer, serta kawasan pemukiman. Pemerintah Ukraina menyebut bahwa langkah Rusia ini merupakan upaya melemahkan pertahanan sekaligus mengganggu pasokan listrik menjelang musim dingin.

“Ini adalah Rusia gempur Ukraina dengan serangan udara terbesar sejak perang berlangsung. Serangan ini terkoordinasi, menggunakan berbagai jenis senjata, mulai dari rudal balistik, jelajah, hingga drone serang,” ungkap Yurii Ihnat, juru bicara Angkatan Udara Ukraina.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini sebagai operasi balasan atas “provokasi Ukraina” di wilayah Donbas. Rusia menegaskan target utama adalah fasilitas militer dan gudang senjata. Namun, laporan dari lapangan menunjukkan banyak kerusakan juga terjadi di wilayah sipil.

Serangan besar-besaran ini menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Data awal pemerintah Ukraina mencatat sedikitnya 45 orang tewas, termasuk anak-anak, dan lebih dari 150 warga mengalami luka-luka. Ratusan ribu penduduk mengalami pemadaman listrik akibat hancurnya jaringan energi di beberapa kota besar.

Reaksi internasional segera bermunculan. Sekretaris Jenderal NATO mengecam keras langkah Moskow dan menyebut serangan itu sebagai “eskalasi brutal” yang mengancam stabilitas kawasan. Sementara itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa berjanji akan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara tambahan untuk Ukraina.

Pengamat militer menilai bahwa Rusia gempur Ukraina dengan serangan udara terbesar ini menunjukkan strategi baru Moskow untuk menekan mental rakyat Ukraina. Dengan melumpuhkan infrastruktur vital, Rusia berharap dapat memperlemah daya tahan masyarakat menjelang musim dingin. Namun, Ukraina menegaskan tidak akan mundur dan akan terus melawan dengan dukungan sekutu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidatonya menegaskan bahwa negaranya membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara modern. “Kami membutuhkan dukungan segera. Setiap rudal yang berhasil kami tembak jatuh menyelamatkan nyawa rakyat Ukraina,” ujarnya.

Serangan ini juga memperlihatkan betapa konflik masih jauh dari kata selesai. Meski beberapa pihak internasional mendorong negosiasi damai, aksi terbaru Rusia justru memperlebar jurang konfrontasi. Situasi di medan perang pun diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan Rusia gempur Ukraina dengan serangan udara terbesar, dunia kembali diingatkan akan besarnya risiko perang berkepanjangan di Eropa. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Ukraina, tetapi juga mengancam stabilitas energi, perdagangan, dan keamanan global.

Untuk informasi geopolitik dan perkembangan konflik Rusia-Ukraina terkini, pembaca dapat mengikuti berita selengkapnya di www.gelanggangnews.com.