Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ratusan Pekerja Ditangkap di Pabrik Hyundai AS, WNI Ikut Terciduk!

ByAdmin Gelanggang

Sep 8, 2025

JAKARTA – Ratusan pekerja di pabrik kendaraan listrik Hyundai di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, ditangkap dalam razia besar-besaran oleh otoritas imigrasi AS pada Kamis (4/9/2025). Di antara mereka, terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI) yang turut terciduk dalam penangkapan tersebut.

Menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), WNI berinisial CHT sedang melakukan kunjungan bisnis dan memiliki dokumen lengkap, termasuk paspor dan visa yang sah. Meski demikian, CHT turut diamankan dalam operasi yang dilakukan oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston, AS, untuk memastikan perlindungan hukum bagi CHT. “CHT melakukan business trip selama satu bulan di AS dengan dokumen resmi dan kami terus memantau situasi,” ungkap Judha.

Operasi penangkapan ini menargetkan pekerja yang diduga bekerja secara ilegal di pabrik Hyundai Metaplant yang masih dalam tahap konstruksi. Sebagian besar dari 475 pekerja yang ditangkap adalah warga Korea Selatan, yang bekerja untuk subkontraktor perusahaan otomotif dan baterai.

Pemerintah Korea Selatan telah menyampaikan protes atas penangkapan ini dan sedang bernegosiasi dengan pemerintah AS untuk memulangkan warganya. Sementara itu, Kemlu RI terus melakukan koordinasi dengan pihak berwenang di AS guna memastikan hak dan perlindungan bagi WNI yang terdampak.

Kasus ini menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan imigrasi dan ketenagakerjaan di negara tujuan, sekaligus memberikan peringatan bagi WNI yang melakukan perjalanan dinas atau bekerja di luar negeri agar selalu memastikan kelengkapan dokumen mereka.

Razia besar-besaran ini menjadi sorotan dunia industri otomotif dan tenaga kerja, khususnya terkait pengawasan ketat terhadap kepatuhan hukum di sektor manufaktur global.

Untuk update terbaru dan informasi selengkapnya, kunjungi situs resmi www.gelanggangnews.com.