Kuantan, GELANGGANG NEWS – Sebuah insiden menggemparkan terjadi di Pangkalan Udara Kuantan, Malaysia, ketika satu unit pesawat tempur FA-18 Hornet meledak sesaat setelah lepas landas dalam sesi latihan rutin pada Sabtu pagi, 23 Agustus 2025. Kejadian ini langsung menarik perhatian publik dan memicu penyelidikan mendalam oleh pihak Angkatan Udara Malaysia.
Menurut pernyataan resmi dari Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM), pesawat tempur FA-18 Hornet Malaysia meledak usai lepas landas di Kuantan sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Ledakan terjadi tak lama setelah pesawat meninggalkan landasan pacu, dan terlihat kobaran api besar di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Pilot berhasil keluar dari pesawat menggunakan kursi pelontar dan telah dilarikan ke rumah sakit militer terdekat. Kondisinya saat ini dilaporkan stabil dan sedang menjalani perawatan intensif. “Kami bersyukur pilot dapat menyelamatkan diri. Tim forensik kini tengah meneliti penyebab teknis di balik insiden ini,” ujar Juru Bicara TUDM dalam konferensi pers.
Peristiwa pesawat tempur FA-18 Hornet Malaysia meledak usai lepas landas di Kuantan ini terjadi di area yang tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Meski tidak ada korban jiwa dari warga sipil, sejumlah rumah dilaporkan mengalami getaran dan kaca pecah akibat suara ledakan yang sangat keras.

Kementerian Pertahanan Malaysia langsung menginstruksikan penghentian sementara seluruh operasi pesawat FA-18 Hornet hingga hasil investigasi keluar. Ini adalah langkah pengamanan agar kejadian serupa tidak terulang. Otoritas militer juga telah memasang garis pengaman di lokasi jatuhnya pesawat dan meminta warga untuk tidak mendekat.
Insiden pesawat tempur FA-18 Hornet Malaysia meledak usai lepas landas di Kuantan memunculkan pertanyaan terkait kondisi teknis armada tempur Malaysia. FA-18 Hornet merupakan pesawat tempur multirole buatan Amerika Serikat yang telah digunakan oleh TUDM sejak akhir 1990-an. Meski memiliki reputasi tangguh, usia pakai dan perawatan berkala tetap menjadi perhatian utama.
Pakar penerbangan militer Malaysia menyatakan bahwa investigasi mendalam diperlukan untuk menentukan apakah insiden ini disebabkan oleh kerusakan mesin, kegagalan sistem kontrol, atau faktor lainnya. “Tingkat kerusakan dari insiden ini menunjukkan adanya ledakan signifikan di dalam mesin atau tangki bahan bakar,” ujar salah satu analis penerbangan.
Pemerintah Malaysia menyampaikan keprihatinan dan memastikan bahwa transparansi akan dijaga dalam proses investigasi. Menteri Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan personel adalah prioritas utama, dan pihaknya akan meninjau ulang prosedur operasional standar.
Warga sekitar Pangkalan Udara Kuantan masih terlihat waspada dan berharap kejadian serupa tidak terulang. Beberapa di antaranya bahkan merekam momen ledakan dari jarak jauh, yang kini viral di media sosial.
Kejadian pesawat tempur FA-18 Hornet Malaysia meledak usai lepas landas di Kuantan menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan teknis berkala terhadap pesawat militer aktif.
Untuk perkembangan lebih lanjut dan berita internasional terkini lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

