Paris, Perancis – Perancis kembali menghadapi ancaman besar dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tahun ini mencapai skala luar biasa. Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Perancis, kebakaran hutan yang terjadi di wilayah selatan negara itu telah melalap area seluas lebih dari 100 kilometer persegi — setara dengan luas Kota Paris.
Karhutla seluas Kota Paris ini melanda kawasan Provence-Alpes-Côte d’Azur dan sebagian wilayah Occitanie, dua area yang memang rawan kebakaran saat musim panas. Angin kencang dan suhu udara yang melonjak hingga 42 derajat Celcius memperburuk situasi, membuat api menyebar sangat cepat dan sulit dikendalikan.
Pemerintah Perancis pun tidak tinggal diam. Sedikitnya 2.000 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk mengatasi karhutla seluas Kota Paris tersebut. Mereka terdiri dari personel lokal, unit bantuan dari negara-negara tetangga seperti Spanyol dan Italia, serta pasukan pemadam udara yang menggunakan pesawat pemadam kebakaran jenis Canadair.
Menteri Dalam Negeri Perancis, Gérald Darmanin, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa situasi sangat genting dan memerlukan koordinasi lintas wilayah. “Kami menghadapi karhutla seluas Kota Paris dengan segala sumber daya yang kami miliki. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan mencegah api menjalar ke permukiman padat,” tegas Darmanin.
Hingga Kamis pagi, lebih dari 3.500 warga telah dievakuasi dari desa-desa yang berada di jalur api. Beberapa jalur transportasi darat dan udara juga terpaksa ditutup sementara. Pemerintah daerah mengumumkan status darurat bencana untuk wilayah yang terdampak paling parah.

Karhutla seluas Kota Paris ini juga mengancam ekosistem lokal. Kebakaran telah membakar kawasan hutan pinus dan semak belukar yang menjadi habitat berbagai satwa liar endemik. Lembaga konservasi mengingatkan bahwa kebakaran seperti ini berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang terhadap keanekaragaman hayati.
Presiden Emmanuel Macron menyatakan solidaritasnya kepada warga terdampak dan memuji keberanian para petugas yang berada di garis depan. “Kita semua berutang budi pada para pemadam kebakaran yang mempertaruhkan nyawa mereka demi melindungi tanah air dari karhutla berskala besar ini,” ucap Macron dalam akun media sosial resminya.
Fenomena karhutla seluas Kota Paris ini menambah daftar panjang kebakaran hebat yang melanda Eropa dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh perubahan iklim yang menyebabkan musim panas lebih panjang dan ekstrem. Para ahli menyebut bahwa strategi pencegahan jangka panjang perlu segera diperkuat.
Untuk informasi lanjutan seputar kronologi kebakaran, dampak lingkungan, dan upaya pemadaman di lapangan, pantau terus pemberitaan kami di www.gelanggangnews.com.
