Phoenix – Fenomena alam langka terjadi di Amerika Serikat ketika detik-detik badai debu “Haboob” gulung Kota Phoenix pada Rabu (27/8) sore waktu setempat. Badai debu raksasa ini menyapu wilayah metropolitan dengan kecepatan angin yang mencapai lebih dari 60 kilometer per jam, menimbulkan kepanikan warga sekaligus mengganggu aktivitas harian di kota terbesar negara bagian Arizona tersebut.
Menurut laporan otoritas setempat, detik-detik badai debu “Haboob” gulung Kota Phoenix berlangsung cukup cepat. Dalam hitungan menit, langit yang semula cerah berubah menjadi gelap pekat. Dinding debu setinggi lebih dari 1.500 meter bergerak menyelimuti hampir seluruh kawasan, menyebabkan jarak pandang menurun drastis hingga kurang dari 100 meter.
Aktivitas Warga Lumpuh
Akibat badai debu tersebut, sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor terpaksa ditunda. Jalan raya pun mengalami kemacetan karena pengendara memilih berhenti untuk menghindari kecelakaan. Pihak berwenang juga mengimbau warga agar tetap berada di dalam rumah dan menutup ventilasi guna mencegah masuknya debu dalam jumlah besar.
Saksi mata menyebut detik-detik badai debu “Haboob” gulung Kota Phoenix sebagai pengalaman yang menakutkan. Banyak warga harus menyalakan lampu kendaraan meski masih sore hari karena kondisi mendadak gelap. Sejumlah video amatir yang diunggah ke media sosial memperlihatkan bagaimana badai debu tersebut benar-benar menelan gedung-gedung tinggi di pusat kota.

Penyebab Fenomena Haboob
Menurut ahli meteorologi, fenomena haboob biasanya dipicu oleh badai petir yang menyebabkan hembusan angin kencang menurunkan massa debu dari gurun sekitar. Kota Phoenix, yang dikelilingi lanskap kering dan padang pasir, memang rentan terhadap badai debu berskala besar. Meski tergolong fenomena musiman, intensitas haboob kali ini disebut lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Para peneliti menilai perubahan iklim global turut memengaruhi pola cuaca ekstrem di wilayah Barat Daya Amerika Serikat. Peningkatan suhu yang signifikan membuat tanah semakin kering, sehingga mudah terangkat ke udara saat terjadi hembusan angin kuat. Dengan kondisi tersebut, detik-detik badai debu “Haboob” gulung Kota Phoenix menjadi pengingat serius tentang dampak nyata perubahan iklim di kawasan gurun.
Respons Pemerintah dan Warga
Pemerintah kota segera mengaktifkan sistem peringatan darurat untuk memberi informasi kepada warga. Tim darurat juga dikerahkan untuk membantu pengendara yang terjebak di jalan. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, meski sejumlah orang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar debu.
Sementara itu, rumah sakit di sekitar Phoenix mulai menerima pasien dengan keluhan asma dan iritasi mata. Otoritas kesehatan menyarankan warga menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar ruangan setelah badai.
Peristiwa ini menjadi salah satu badai debu terbesar yang melanda Phoenix dalam satu dekade terakhir. Kejadian tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi fenomena cuaca ekstrem di kawasan rawan. Detik-detik badai debu “Haboob” gulung Kota Phoenix bukan hanya fenomena alam yang menakjubkan, tetapi juga peringatan akan kerentanan manusia terhadap perubahan iklim.
Untuk berita terkini seputar peristiwa dunia, pembaca dapat mengunjungi www.gelanggangnews.com.

