Kathmandu – Gelombang demonstrasi besar-besaran di Nepal dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian internasional. Pertanyaan yang kini banyak muncul adalah: Demo Nepal rusuh, mengapa India ikut ketar-ketir? Situasi ini tidak hanya mencerminkan instabilitas domestik di Nepal, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius bagi India sebagai negara tetangga terdekat.
Aksi unjuk rasa di Nepal dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta isu ketidakadilan sosial. Ribuan warga turun ke jalan di Kathmandu dan beberapa kota besar lainnya, dengan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan yang tak terhindarkan. Insiden ini menyebabkan sejumlah korban luka, bahkan beberapa fasilitas publik mengalami kerusakan.
Lantas, demo Nepal rusuh, mengapa India ikut ketar-ketir? Jawabannya terletak pada hubungan erat kedua negara, baik dari sisi sejarah, politik, maupun ekonomi. Nepal berbagi perbatasan sepanjang lebih dari 1.700 kilometer dengan India. Stabilitas Nepal secara langsung berpengaruh terhadap keamanan perbatasan India, terutama di wilayah bagian utara seperti Bihar dan Uttar Pradesh.
Selain itu, India adalah mitra dagang utama Nepal. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen impor dan ekspor Nepal bergantung pada jalur darat melalui India. Jika ketidakstabilan politik dan sosial terus berlangsung, jalur logistik dan perdagangan ini bisa terganggu. Hal inilah yang membuat New Delhi tak bisa tinggal diam menyaksikan kerusuhan di negara tetangganya.

Tidak hanya soal ekonomi, isu tenaga kerja juga menjadi faktor penting. Ratusan ribu pekerja migran Nepal bekerja di India, sementara banyak warga India menjalankan bisnis di Nepal. Kondisi rusuh berpotensi mengancam keberlangsungan aktivitas ekonomi ini, yang pada akhirnya memunculkan pertanyaan lebih lanjut: demo Nepal rusuh, mengapa India ikut ketar-ketir?
Pengamat hubungan internasional dari Jawaharlal Nehru University, Prof. Suresh Menon, menilai bahwa India khawatir kerusuhan di Nepal bisa dimanfaatkan oleh kekuatan eksternal, termasuk China, untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Himalaya. “Instabilitas Nepal bisa menjadi celah bagi aktor lain yang ingin menekan India. Karena itu, India mengamati situasi ini dengan penuh kewaspadaan,” ungkapnya.
Pemerintah India sendiri telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) bagi warganya yang berada di Nepal. Kedutaan Besar India di Kathmandu juga membuka pusat krisis untuk menampung laporan keamanan warga. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan India dalam menanggapi perkembangan situasi di Nepal.
Meski demikian, beberapa pihak di India mendesak pemerintah untuk berhati-hati agar tidak dianggap mencampuri urusan dalam negeri Nepal. Mereka menekankan pentingnya diplomasi tenang dan dukungan kemanusiaan ketimbang intervensi langsung.
Secara geopolitik, stabilitas Nepal memang sangat penting bagi India. Ketika pertanyaan demo Nepal rusuh, mengapa India ikut ketar-ketir? muncul, jawabannya adalah karena kepentingan strategis, ekonomi, dan keamanan yang saling terkait antara kedua negara. Apa yang terjadi di Kathmandu, cepat atau lambat, akan berimbas ke New Delhi.
Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari pemerintah Nepal dalam meredam gejolak. Apakah dialog dengan oposisi akan digelar, atau justru tindakan represif diperluas, masih menjadi tanda tanya besar. Yang jelas, situasi ini telah menegaskan betapa eratnya hubungan Nepal dan India, hingga membuat tetangganya ikut waspada.
Untuk informasi lebih lanjut dan berita terkini lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

