Jakarta, 23 Juni 2025 — Kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, kembali dilanda banjir rob pada Senin (23/6) pagi. Genangan air laut pasang merendam permukiman warga hingga setinggi hampir satu meter, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan arus lalu lintas terganggu.
Fenomena rob mulai terasa sejak pukul 05.00 WIB. Air laut yang naik perlahan membanjiri jalan-jalan utama serta gang-gang kecil di permukiman padat penduduk. Ketinggian genangan bervariasi antara 70 hingga 95 cm, tergantung kontur wilayah. Beberapa rumah warga mulai tergenang hingga ke dalam ruangan.
Warga mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir rob, namun kondisi kali ini dianggap lebih parah dibanding hari-hari sebelumnya. Salah satu warga, Siti (42), mengatakan bahwa air mulai masuk ke dalam rumahnya sejak dini hari.
“Air datang pelan-pelan, tapi terus naik. Sekarang hampir selutut. Kami sudah biasa sih, tapi kali ini cukup tinggi dan susah mau keluar rumah,” ungkapnya saat ditemui di kawasan RT 03 RW 22 Muara Angke.
Banyak pengendara motor yang terjebak di jalan akibat mogok mesin. Beberapa anak sekolah bahkan terlihat menyeberang genangan air sambil digendong orang tua mereka. Sebagian warga menggunakan perahu karet atau rakit darurat untuk tetap bisa beraktivitas.
Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir rob ini dipicu oleh fase bulan purnama yang menyebabkan pasang maksimum air laut. BPBD telah mengeluarkan peringatan dini kepada warga pesisir agar meningkatkan kewaspadaan hingga beberapa hari ke depan, terutama di kawasan yang rentan seperti Muara Angke, Cilincing, dan Kamal Muara.
Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi warga yang terdampak.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan bepergian saat air sedang tinggi. Ia juga meminta agar warga tetap menjaga keselamatan diri, serta segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan aparat wilayah. Bantuan seperti pompa portabel dan perahu evakuasi sudah disiagakan,” ujarnya.
Untuk jangka panjang, pemerintah provinsi tengah mengkaji pembangunan tanggul laut tambahan serta normalisasi saluran-saluran air di wilayah pesisir guna mengurangi risiko rob berulang.
Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di: https://gelanggangnews.com

