Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Diduga Motif Dendam Lama

ByAdmin Gelanggang

Apr 21, 2026

GelanggangNews – MALUKU TENGGARA – Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas usai ditikam oleh dua pria bernama Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36). Nus Kei menderita luka tikam di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang.

Peristiwa tersebut terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) pukul 11.30 WIT. Saat itu, Nus Kei baru saja mendarat setelah melakukan perjalanan udara dari Jakarta.

“Telah terjadi penikaman terhadap Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Terdapat empat luka tikaman di dada, leher, dan tulang belakang,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat, melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/4/2026).

Roem menuturkan bahwa kejadian berawal pukul 11.25 WIT saat korban keluar dari pesawat dan menuju pintu keluar bandara. “Namun, tiba-tiba kedua pelaku yang mengenakan sweter hitam menikam korban dengan sebilah pisau. Tikaman mengenai rusuk kanan dan dada,” jelasnya.

Nus Kei kemudian jatuh tersungkur. Pihak keluarga yang berada di lokasi segera mengevakuasi korban ke RSUD Karel Sadsuitubun dan tiba pukul 12.00 WIT. “Korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.

Pelaku Ditangkap dalam Dua Jam Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri. Namun, dalam waktu kurang dari dua jam, keduanya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Pelaku sempat melarikan diri sehingga tidak terpantau oleh petugas pengamanan bandara. Namun, tak lebih dari dua jam usai kejadian, kedua pelaku berhasil ditangkap,” imbuhnya.

Kedua pelaku kini telah diterbangkan ke Ambon menggunakan pesawat komersial dari Maluku Tenggara pada Senin (20/4/2026) untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku. “Kasus tetap ditangani Polres Maluku Tenggara, Polda Maluku hanya mempermudah penanganan. Usai diperiksa, kedua pelaku ditahan di Rutan Mapolda Maluku,” jelas Roem.

Dugaan Pembunuhan Berencana dan Motif Dendam Polisi tengah menyelidiki dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini. Sebanyak enam saksi, termasuk kedua pelaku, telah diperiksa. “Kami masih melakukan pengembangan terkait dugaan pembunuhan berencana. Pasal tersebut yang diterapkan oleh penyidik dalam penanganan kasus ini,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penikaman tersebut dipicu oleh dendam lama. Nus Kei dituding sebagai otak pembunuhan yang mengakibatkan kerabat pelaku tewas di Bekasi pada tahun 2020 silam. “Berdasarkan pengakuan pelaku, motifnya adalah balas dendam,” pungkasnya.