Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Kian Merajalela, Pasukan Israel Hancurkan 1.000 Bangunan di Kota Gaza

ByAdmin Gelanggang

Aug 27, 2025

Gaza – Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa kian merajalela, pasukan Israel hancurkan 1.000 bangunan di Kota Gaza dalam beberapa pekan terakhir. Serangan intensif yang dilakukan militer Israel menghancurkan kawasan pemukiman padat penduduk, sekolah, hingga fasilitas kesehatan, sehingga menambah penderitaan ribuan warga sipil.

Menurut data dari otoritas lokal di Kota Gaza, setidaknya 1.000 bangunan hancur total akibat gempuran udara dan artileri. Serangan ini disebut sebagai salah satu yang paling masif sejak awal konflik. Warga sipil kini terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi darurat, dengan kondisi minim pasokan makanan, air bersih, serta layanan medis.

Pihak Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa korban jiwa terus bertambah. Selain ribuan bangunan rata dengan tanah, serangan juga menimbulkan ratusan korban tewas dan luka-luka, mayoritas perempuan dan anak-anak. “Kami menghadapi krisis kemanusiaan. Rumah sakit kewalahan, dan tidak ada jaminan keselamatan di mana pun di Kota Gaza,” ujar salah satu pejabat kesehatan setempat.

Isu kian merajalela, pasukan Israel hancurkan 1.000 bangunan di Kota Gaza memicu kecaman dari berbagai pihak internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak adanya gencatan senjata segera untuk menghentikan penderitaan sipil. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menegaskan bahwa penghancuran massal bangunan sipil dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.

Namun, pihak Israel berdalih bahwa serangan ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur militer kelompok bersenjata Hamas. Mereka mengklaim bangunan-bangunan yang menjadi target digunakan sebagai lokasi penyimpanan senjata dan pusat komando. Pernyataan ini dibantah oleh otoritas Palestina yang menegaskan bahwa mayoritas bangunan yang hancur adalah rumah warga sipil dan fasilitas publik.

Pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Ahmad Rifai, menilai situasi ini semakin memperburuk konflik berkepanjangan di Gaza. “Serangan besar-besaran yang membuat kian merajalela, pasukan Israel hancurkan 1.000 bangunan di Kota Gaza hanya akan memperkuat kebencian dan memperdalam luka sosial di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, organisasi kemanusiaan internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International turut menyerukan investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka mendesak komunitas internasional untuk segera menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Sementara itu, kondisi di lapangan semakin genting. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal kini tinggal di tenda darurat atau bahkan di jalanan. Infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih lumpuh, sehingga memperbesar risiko wabah penyakit.

Meski kecaman internasional terus mengalir, serangan masih berlanjut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas tekanan diplomatik terhadap Israel. Publik dunia menanti langkah konkret dari negara-negara besar untuk menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza.

Tragedi kian merajalela, pasukan Israel hancurkan 1.000 bangunan di Kota Gaza menjadi bukti bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari kata selesai. Selama tidak ada kesepakatan damai yang nyata, penderitaan rakyat Gaza akan terus berulang.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar isu internasional dan krisis kemanusiaan, pembaca dapat mengunjungi www.gelanggangnews.com sebagai sumber informasi terpercaya.