Washington, GELANGGANG NEWS – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan diam-diam setuju jual rudal jarak jauh ke Ukraina dengan nilai mencapai Rp 13,79 triliun. Keputusan ini disebut sebagai langkah strategis yang berpotensi mengubah peta konflik antara Rusia dan Ukraina, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Eropa Timur.
Kesepakatan tersebut bocor melalui sejumlah sumber diplomatik di Washington yang enggan disebutkan namanya. Menurut laporan, pengiriman rudal jarak jauh itu dilakukan secara rahasia untuk menghindari gejolak politik di dalam negeri Amerika Serikat maupun reaksi keras dari Rusia. “Trump sudah memberikan lampu hijau. Persetujuan ini nilainya fantastis, sekitar Rp 13,79 triliun,” ujar salah satu sumber.
Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden, pengaruh Donald Trump di lingkaran politik dan bisnis pertahanan AS masih sangat kuat. Kesepakatan untuk jual rudal jarak jauh ke Ukraina ini disebut-sebut melibatkan sejumlah perusahaan kontraktor militer besar Amerika yang memang memiliki hubungan dekat dengan Trump sejak masa pemerintahannya.
Pakar hubungan internasional menilai, langkah ini dapat memperpanjang eskalasi konflik di Ukraina. Jika benar rudal jarak jauh dikirimkan, maka Kiev akan memiliki kemampuan serangan lebih jauh ke wilayah Rusia. “Ini bisa memicu balasan lebih besar dari Moskow. Risiko perang meluas semakin terbuka,” kata analis militer dari European Security Institute, Michael Anders.

Di sisi lain, pihak Ukraina menyambut positif kabar bahwa Trump setuju jual rudal jarak jauh ke Ukraina. Pemerintah Kiev meyakini pengiriman rudal tersebut akan memperkuat pertahanan mereka sekaligus memberi sinyal kuat bahwa dukungan Amerika Serikat terhadap Ukraina masih berlanjut, meskipun dinamika politik di Washington tengah berubah.
Sementara itu, pemerintah Rusia langsung bereaksi keras terhadap kabar ini. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memperingatkan bahwa setiap langkah pengiriman senjata canggih ke Ukraina akan dianggap sebagai bentuk agresi langsung terhadap Rusia. “Jika benar rudal jarak jauh dikirim, maka konsekuensinya akan sangat serius,” tegas Peskov dalam konferensi pers.
Kesepakatan dengan nilai fantastis Rp 13,79 triliun ini juga menimbulkan perdebatan di dalam negeri Amerika Serikat. Sejumlah anggota Kongres menilai, jika kabar ini benar, maka Trump harus memberikan klarifikasi resmi. Pasalnya, kebijakan jual-beli senjata dalam skala besar biasanya harus melalui prosedur resmi yang melibatkan persetujuan Kongres.
Meskipun demikian, beberapa pengamat menilai bahwa Trump memiliki jaringan bisnis internasional yang memungkinkan transaksi dilakukan secara tidak langsung melalui perusahaan pihak ketiga. Hal inilah yang membuat perjanjian ini disebut-sebut dilakukan “diam-diam” tanpa sorotan publik.
Publik internasional kini menunggu kepastian apakah kabar ini akan dikonfirmasi oleh pihak resmi AS. Jika benar, maka Trump diam-diam setuju jual rudal jarak jauh ke Ukraina, nilainya Rp 13,79 triliun, maka dunia harus bersiap menghadapi babak baru dalam konflik berkepanjangan di Eropa Timur.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar isu geopolitik, pertahanan, dan berita internasional lainnya, pembaca dapat mengakses www.gelanggangnews.com sebagai portal berita terpercaya.

